Pada suatu
hari Tino disuruh oleh gurunya untuk membuat pidato bertema pangan dan
dikhususkan pada Cabe. Tino pun membuat pidato itu, tetapi ia bingung hendak
memilih kata – kata, dan akhirnya ia menemukannya.
Keesokan harinya
ia disuruh membacakan pidato itu didepan kelas, dan yang terjadi malah gelak
tawa diseluruh kelas tersebut. Karena pada akhir dari pidato tersebut Tino
menyampaikan :
“Dan saya berpesan untuk para cabe –
cabean diindonesia supaya mereka sadar dan tidak terjebak di dunia gelap. Cabe –
cabean adalah wanita yang bersifat tidak tepat jadi marilah kita rangkul cabe -
cabean itu.demikianlah pidato yang dapat saya saampaikan akhir kata saya
berpesan untuk sadar dari sifat cabe-cabean itu.”